Dua Bocah Di Tsikmalaya Diculik Geng Punk Untuk Dijadikan Pengamen

Ben-ost.com – Ada dua orang anak poerempuan yang berasal dari Tasikmalaya, Jawa Barat, beberapa waktu lalu telah dilaporkan telah hilang sekarang sudah berhasil ditemukan dan sudah berada di rumah masing-masing.

Kedua bocah tersebut mengaku jika telah menjadi korban penculikan yang dilakukan oleh geng punk ‘Gledegan’ dan dijadikan sebagai pengamen untuk bekerja di Bandung. Dua anak yang menjadi korban diketahui berinisial M (13) dan AS (14), sekarang sudah dinyatakan selamat dan sudah bersama dengan orang tuanya, Kamis (8/3/2018) pagi.

Berdasarkan dari pengakuan yang diberikan oleh orang tua dan juga Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya, M dan AS menuturkan jika kedua bocah tersebut diajak secara paksa oleh geng ‘Gledegan’ yang dihuni sekelompok muda-mudi berdandan punk di Stasiun Ciawi Tasikmalaya pada Sabtu lalu.

“Sabtu lalu saya mau ambil baju di Ciawi. Terus pas pulang ketemu anak punk, dikejar dan disuruh ke Bandung,” ucap M.

Insiden berawal ketika kedua bocah tersebut disuruh untuk mengantarkan baju kepada temannya. M dan AS tak berani melawan ketika sedang dipaksa untuk ikut bersama mereka. Keduanya mengaku dipaksa ikut dengan cara dicekik serta diancam akan dibunuh dengan menggunakan senjata tajam.

Sejumlah anak punk itu menyebut kelompoknya bernama ‘Gledegan’. Bocah perempuan tersebut dipaksa pelaku ikut naik truk menuju Kota Bandung. Mereka dipekerjakan menjadi pengamen jalanan di kawasan Cibiru, Kota Bandung.

Setiap hari, M dan AS mengaku harus menyetor uang Rp 20 ribu rupiah tanpa diberi makan. “Kami menolak malah diancam sama dicekik. Di Bandung disuruh ngamen. Kalau tidur, kami di warung,” kata M.

Dari hasil investigasi KPAID Kabupaten Tasikmalaya, kedua anak tersebut berhasil meloloskan diri setelah sempat berkelahi dengan pelaku penculikan. Geng ‘Gledegan’ yang disinyalir berasal dari luar Tasikmalaya ini berjumlah lima orang yang dua di antaranya perempuan.

Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya Ato Rinanto menjelaskan M dan AS mengalami gangguan fisik dan psikis akibat kekerasan yang dilakukan anak-anak punk tersebut.

“Dia bisa pulang cukup dramatis, karena sempat berkelahi dengan anak punk. Mereka dibawa anak punk, namanya kelompoknya ‘Gledegan’. Korban dan pelaku bertemu di Ciawi. Korban dibawa paksa untuk mengamen di Bandung dan diancam pakai pisau. Serta diancam mau dibunuh,” tutur Ato.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *