Dunia Wanita Cantik Ini Diciduk Polisi Karena Kasus Penipuan

Ben-ost.com – Dua wanita masih dalam proses pemeriksaan secara intensif di Polres Metro Jakarta Pusat. Pemeriksaan yang dilaksanakan karena adanya keterkaitan modus proyek pengadaan barang dan jasa bernilai miliaran rupiah di Kementerian Sosial (Kemensos).

Dua tersangka tersebut yakni Ola (Olga Komenaung) dan Siska (Fransiska Cislya Manoy). Penangkapan kedua tersangka tersebut tidak bebarengan. Yang pertama tertangkap yakni Ola. Ola ditangkap terlebih dulu oleh satuan reserse dan kriminal (reskrim) Polres Metro Jakarta Pusat pada Rabu (23/8/2017) pekan lalu di sebuah kafe di Apartemen Kalibata Jakarta Selatan.

Sedangkan rekannya Siska menyerahkan dirinya sendiri dengan mendatangi Polres Metro Jakarta Pusat pada kesokan hari setelah Ola ditangkap. Sebenarnya kedua pelaku tersebut sudah menjadi incaran polisi selama dua tahun terakhir ini. Keduanya masuk daftar pencarian karena alasan adanya laporan korban penipuan bernama Gunawan Kusmantoro, warga Karawang Jawa Barat.

Gunawan melaporkan Ola dan Siska ke Polda Metro Jaya pada 23 Desember 2015 setelah sadar merasa ditipu oleh Ola dan Siska.

Korban menyatakan Ola dan Siska yang mengaku sebagai pihak yang memiliki pekerjaan dalam hal ini Kemensos pada bulan Oktober 2015 menawarkan proyek pengadaan buku panduan bencana senilai Rp 4,5 miliar, pengadaan kantong mayat dan tenda pengungsi dengan nilai lebih dari Rp 20 miliar. Korban sendiri kemudian memilih proyek pengadaan buku panduan bencana.

Agar dapat ikut serta dalam proyek pengadaan tersebut, korban diminta menyerahkan commitment fee sebesar 25% dari total nilai proyek Rp 4,5 miliar dan 5% diantaranya (Rp 225 juta) harus dibayarkan dimuka. Dana 5% tersebut menurut pelaku akan digunakan untuk mengikuti proses pendaftaran ke panitia lelang hingga terbitnya Surat Perintah Kerja (SPK).

Pelaku menjamin proyek pengadaan tersebut akan dapat dikerjakan korban karena penentuan pemenang lelang dilakukan melalui penunjukkan langsung. Korban mengaku menyerahkan uang secara bertahap hingga mencapai total Rp 225 juta.

Pelaku menjanjikan setelah membayar Rp 225 juta akan diterbitkan SPK dan diberikan down payment (DP) sebesar 20% dari nilai proyek, 70% untuk pelaksanaan pengadaan buku panduan, dan 10% sisanya dibayarkan setelah proyek selesai.

Korban dijanjikan akan dipertemukan dengan panitia lelang bernama Haris, untuk mengurus pencairan DP. Namun karena tak kunjung dipertemukan dengan Haris, korban mulai curiga ada yang tidak beres.

Korban lalu mendatangi kantor Kemensos dengan membawa SPK dan menurut pihak Kemensos, SPK dipastikan palsu alias bodong. Sadar menjadi korban penipuan, Gunawan melapor ke Polda Metro Jaya.

Pihak Kemensos memastikan SPK tersebut palsu alias bodong karena format SPK yang tidak lazim. Selain itu, kedua pelaku juga mencatut nama Aman Aprianto Putro sebagai Sekretaris Kementerian Sosial RI dan Suryadi Atmaja sebagai Pejabat Pembuat Komitmen Kementerian Sosial RI.

Untuk menuntaskan kasus ini, penyidik Polres Metro Jakarta Pusat telah memerika sejumlah saksi termasuk pejabat di lingkungan Kementerian Sosial.

Kasus penipuan berkedok proyek pengadaan barang dan jasa di Kementerian Sosial RI ini diduga tidak hanya melibatkan dua pelaku tersebut, tetapi melibatkan komplotan atau sindikat yang lebih besar. Polisi diharapkan dapat mengembangkan kasus ini, karena jumlah korban diduga mencapai puluhan orang dengan kerugian miliaran rupiah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *