Pelaku Otak Curanmor Kabur, Polisi Terpaksa Lepaskan Timah Panas

Ben-ost.com – Seorang pria yang dduga kuat berperan sebaga otak pencurian sepeda motor yang telah terjadi d tujuh lokasi sekaligus berusaha untuk diamankan oleh pihak kepolisan. Karena sang tersangka berusaha untuk melarikan diri, pihak kepolisan terpaksa melayangkan timah panas kepada sang tersangka.

Pelaku yang bernama Darul Iman (30) ditembak pada bagian kaki dan langsung terjatuh karena terkena tmah panas yang dilepaskan oleh pihak kepolisian. Pelaku merupakan warga Jalan Dr wahidin nomer 75 C, Kelurahan Kepanjenlor, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar.

“Saat dilakukan penangkapan pada Darul yang tidak lain adalah otak pencurian, sempat melawan dan berusaha melarikan diri sehingga terpaksa dilumpuhkan,” kata Kapolres Blitar Kota AKBP Heru Agung Nugroho, Rabu (27/9/2017).

Tersangka damankan bersama dua anak buahnya yakni Arnawan (42) warga Garum, Kabupaten Blitar dan Heri Susanto (32), warga Kuto Anyar, Kecamatan Tulungagung, Kabupaten Tulungagung.

Ketiga pelaku sempat melancarkan aksi pencurian sepeda motor di Jl Ir Soekarno Kota Blitar. Incaran sepeda motor yang akan dicurinya yakni milik Edi Suwoko (36), warga Desa Karangrejo, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar.

Setelah kejadian itu polisi melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap tingga orang pelaku. Namun setelah dilakukan pemeriksaan , ternyata ketiga pelaku bukan hanya sekali melakukan aksi pencurian. Melainkan sudah sebanyak tujuh kali di tujuh tempat berbeda.

“Berdasarkan pengakuan ketiganya, mereka sudah melakukan aksi pencurian sebanyak tujuh kali di wilayah hukum Polres Blitar Kota,” imbuhnya.

Modusnya, lanjut Kapolresta, tersangka atas nama Reco berputar-putar mencari sasaran. Setelah menemukan sasaran lalu ia mengantar Darul sebagai eksekutor.

Dengan menggunakan kunci T, Darul yang hanya butuh waktu tak sampai 10 detik itu membawa kabur motor yang sudah menjadi incaran. Setelah itu motor hasil curian itu dijual kepada Heri.

“Pelaku mengaku motor hasil curiannya itu dijual dengan harga Rp 400 ribu hingga Rp 1 juta per unit kepada Heri,” ungkapnya.

Ketiga pelaku curanmor itu dikenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman di atas tujuh tahun penjara. Sementara Heri yang merupakan penadah diancam pasal 480 KUHP dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *