Pendakian Gunung Muria Ditutup Lantaran Kebakaran Semakin Meluas

Ben-ost.com – Sebuah hutan yang ebrada di lereng gunung Muria terbakar karena musim kemarau yang tak kunjung selesai ini. Lahan yang terbakar yakni yang terletak pada berbatasan antara Kudus-Jepara. Kebakaran ini sudah terjadi dari hari Jumat (22/9/2017), dan hingga kini api masaih saja menyala dan diperkirakan akan semakin meluas.

Untuk sementara dengan keadaan seperti itu, pendakian ke Gunung tersebut ditutup total hingga keadaan memungkinkan kembali. Nur Hamid, seorang polisi hutan yang berada di lokasi, mengatakan bahwa sejumlah petugas gabungan sedang berupaya melokalisir dan memadamkan api.

Mereka berasal dari RPH Ternadi, BKPH Muria Patiayam, KPH Pati, BPBD Kudus, Taruna Tanggap Bencana (Tagana), dan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat) Desa Rahtawu.

“Api kali pertama membakar di petak 75 wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Bategede Jepara kini mulai merambah di petak 64 RPH Batealit Jepara,” ujarnya, Sabtu (23/9/2017).

Disampaikannya, petugas yang berada di lokasi dibagi di tiga titik. Yakni di puncak Natasangin, Blok Segrobok, dan Krombangan.

“Kendalanya proses lokalisir api masih menggunakan alat manual seperti sabit, kayu dan cangkul,” papar dia. Pelokalisiran api dilakukan dengan menebang pohon yang berada di luar kobaran api, untuk mencegah meluasnya kebakaran.

“Musim kemarau membuat pohon dan tumbuhan mudah terbakar. Jadi, upaya yang dilakukan memutus rambatan api dengan menebang pohon di luar kobaran api,” lanjutnya. Kendala lain, tutur Nur Hamid, akses menuju lokasi kebakaran sangat curam dan terjal.

“Tingkat kemiringan mencapai sekitar 80 derajat. Ini menjadi kendala bagi petugas,” imbuhnya. Akibat kebakaran tersebut, sampai saat ini jalur pendakian ke Puncak Natasangin Gunung Muria ditutup sejak kemarin.

“Kemarin sudah sepakat semua untuk ditutup. Sementara para pendaki yang masih di atas langsung kita evakuasi,” tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *