Sindikat SIM Dan Buku Nikah Berhasil Diamankan Polres Malang

Ben-ost.com – Kembali terungkap sebuah sindikat yang selama ini bekerja dalam memalsukan Surat Ijin Mengemudi (SIM) dan dokumen penting lainnya. Sindikat ini berhasil diungkap oleh Polres Malang. Ada sebanyak empat pelaku yang telah berhasil diamankan di Polres Malang.

Keempat pelaku ditangkap lengkap beserta dengan barang bukti kejahatan yang telah mereka lakukan. Dari keempat pelaku masing-masing berperan berbeda. Ada yang bertugas membuat SIM palsu dan dokumen, ada juga yang berperan mencari calon korban. Selain SIM, jenis dokumen yang dipalsu adalah KTP, Kartu Keluarga, akte kelahiran dan buku nikah.

Mereka Purwoto (52), warga Dau, Kabupaten Malang. Achmad Misaji (62), warga Desa Mulyorejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, M Sueb (67), warga Desa Wonosari, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. Satu pelaku lain adalah seorang wanita bernama Suwarni (50), warga Wonosari, Gempol.

Kronologi terbongkarnya sindikat tersebut berawal ketika dilakukan operasi petugas Satlantas Polres Malang di kawasan Jalan Raya Bululawang, Kabupaten Malang, belum lama ini. Ketika dilakukan pemeriksaan, SIM salah satu pengendara atas nama Purwoto tidak sesuai dengan masa berlaku. Gelagat Purwoko mengundang kecurigaan petugas, hingga dibawa ke Mapolsek Bululawang.

“Kemudian kita lakukan penyelidikan. Hasil pengembangan kita amankan tiga pelaku,” ujar Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung di Mapolres Jalan Ahmad Yani, Kepanjen, Senin (19/2/2018).

Dari salah satu pengakuan yang diberikan oleh tersangka, biaya yang harus dikeluarkan untuk perpanjangan SIM B1 palsu dikenakan Rp 200 ribu. “Padahal, biaya aslinya harganya di bawah itu. Satu pelaku lain masih buron,” tegas Yade. Menurut Yade, anggota bertugas di lapangan sudah dibekali untuk mengenali SIM asli atau palsu. Sehingga ketika mencurigai adanya pemalsuan, cukup mudah untuk mengenalinya.

“Semua anggota sudah dibekali kemampuan untuk membedakan SIM asli atau palsu. Dari penggeledahan di rumah AM (Achmad Musaji) juga ditemukan stempel KUA, Dispendukcapil hingga RT. Dokumen buku nikah, akte dan kartu keluarga kita sita sebagai barang bukti,” beber Ujung.

Polres Malang terus mengembangkan pengungkapan kasus ini. Jika ada penyalahgunaan material asli untuk dipalsukan, maka bisa terancam hukuman 6 tahun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *