Umat Hindu Di Salatiga Lakukan Sembahyang Hari Raya Galungan Dengan Khidmat

Ben-ost.com – Para masyarakat Salatiga yang beragama Hindu melaksanakan sembahyang Hari Raya Galungan di Pura Adya Dharma, Salatiga, Jawa Tengah. Para jamaah melakukan sembahyang dengan suasana yang begitu khitmad.

Mereka melaksanakan sembahyang di sebuah pura yang ada di Salatiga mulai dari pukul 17.00 WIB, yang dipimpin Romo Wiku Satya Dharna Telaga. Pada acara sembahyang yang dilakukan, para umat Hindu juga membawa sesaji berupa bunga dan juga aneka buah-buahan. Adapun perayaan Hari Raya Galungan jatuh pada Rabu Kliwon, Wuku Dungulan.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Salatiga, Gusi Ketut Wirata juga menuturkan jika hari Raya Galungan tidak akan bisa terlepas dari hari Raya Kuningan. Seminggu sebelum dilaksanakan Hari Raya Galungan ada yang harus dilakukan para umat Hindu yakni sugihan yang berarti membersihkan diri terhadap alat yang nantinya akan digunakan untuk acara Hari Raya Galungan.

“Puncaknya kemenangan dharma (kebaikan) dan adharma (keburukan). Untuk tema Dengan Hari Raya Galungan semoga diberi keselamatan oleh Tuhan Yang Maha Esa berdasarkan Tri Karya Parisudhah. Tiga dasar yakni berucap baik, berpikir baik dan bertindak baik,” katanya saat ditemui usai sembahyang Hari Raya Galungan di Pura Adya Dharma Salatiga, Rabu (30/5/2018).

Adapun tema tersebut, sangat relevan dan kekinian sesuai sekarang.

“Agar umat berucap yang baik, berpikir yang baik dan bertindak yang baik. Kemudian kebhinnekaan tetap kita bina,” tuturnya.

Untuk para umat Hindu yang ada di Kota Salatiga, ada 300 Kepala Keluarga (KK), namun yang tadi ikut sembahyang sekitar 40-an umat.

“Salah satu kendalanya kalau di sini, Hari Raya Galungan tidak tanggal merah sehingga ada umat yang bekerja,” ujarnya.

Untuk sembahyang tersebut dimulai sekitar pukul 17.00 WIB dan berakhir pukul 18.00 WIB. Usai sembahyang, umat saling bersilaturahmi dan diakhiri dengan makan bersama.

“Perayaan Galungan di sini bersamaan dengan waktu (weton) peletakan batu pertama pembangunan pura tahun 1995,” kata dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *